Rumah Aira Tampung Orang Dengan HIV/AIDS Sampai Sehat.

Magdalena Pendiri Rumah Aira sedang menunggu stand di Ormas-NGO Expo Festival HAM Nasional 2021 di Pollux Mall Paragon – Semarang.

Bankom Semarang News, SEMARANG – Menurut data Rumah AIRA yang terkonfirmasi HIV/AIDS diperkirakan saat ini ada sekitar 5.000 orang lebih dan ini ada dikota Semarang, angka tersebut dibilang angka yang tidak sedikit.

Mereka masih berada diluar bebas dengan membawa virus tersebut. Sangat banyak potensi penularan diluar sana antar lain dengan hubungan Sex , Penularan dengan jarum suntik, Kehamilan, Persalinan Atau Menyusui, Transfusi Darah

Rumah Aira dirintis oleh relawan-relawan yang mempunyai perhatian pada kesehatan masyarakat khususnya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak-anak.

Maria Magdalena Endang Sri Lestari bersama dengan teman-teman yang mempunyai rasa iba terhadap anak yang dilahirkan oleh ibu yang terinfeksi virus HIV/AIDS, perhatian dengan meningkatnya kasus HIV / AIDS pada ibu rumah tangga dan diikuti pula dengan meningkatnya kasus HIV / Aids pada anak yang ada dikota Semarang.

BACA JUGA : PERWARIS Wadah Waria Untuk Tetap Survive Di Kota Semarang

Dari latar belakang tersebut Pada akhir 2015 Magdalena bersama teman-temannya mendirikan Tempat singgah atau panti asuhan ramah anak “Rumah Aira”.

Berdirinya rumah singgah tersebut merawat pada mereka anak-anak dengan HIV/AIDS yang tertolak atau terbuang dari keluarga bahkan lingkungan mereka karena dianggap aib, menyediakan tempat persinggahan sementara untuk memulihkan kesehatan, dan memberikan pendampingan kepada ODHA (Orang Dengan HIV / AIDS) yang ada di Rumah Aira. Juga memberikan ketrampilan dan meningkatkan pemberdayaan ekonomi.

magdalena menyampaikan saat ditemui distand Rumah Aira Ormas – NGO Expo 2021 yang diselenggarakan di Mall Paragon Kamis (18/11/2021) “Sampai saat ini tercatat ada 35 anak dan ibu yang terinveksi HIV/AIDS yang sudah kami tangani dan kembali sehat, kami juga bekerja sama dengan relawan dari kota lain untuk membantu mereka anak-anak dengan HIV agar tetap sehat.”

“Kami sayang pada mereka, coba lihat foto itu, mereka anak-anak dengan HIV/AIDS yang ada di Jepara yang juga kami bantu, mereka disana kurang gizi” terang mbak Lena sambil menunjuk foto yang ada di background standnya.

“Juga anak ini, saya dikirim foto dari relawan kita di Tegal, dengan kondisi seperti ini, kalo tidak segera kita jemput bisa meninggal dia.” menunjukan HPnya sambil menyeka air mata.

“Kami berharap kepada pemerintah tolong jangan alergi dan canggung pada mereka, anak-anak dengan HIV ini tidak berdosa, yang berdosa orang tuannya, kami perjuangkan mereka agar mereka bisa diterima di masyarakat, di sekolahan, beri kesempatan yang sama pada mereka agar mereka bisa hidup secara layak seperti anak-anak umumnya.” jelas Magdalena

“Ibu dan anak pengidap HIV & AIDS seringkali menghidupi diri sendiri karena bapak mereka meninggal dunia terlebih dahulu. Penderitaan semakim berat karena keluarga dan masyarakat yang seharusnya memberi dukungan, ikut menghindar karena takut tertular virus HIV tersebut.” tambahnya

“Lebih bahaya lagi kalo mereka tidak tertampung, akan semakin massive dan tidak terkendali penularan HIV di masyarakat, untuk itu kami sering melakukan edukasi sejak 2015, kami dipanggil dikelurahan – kelurahan dimana ada sosialisasi HIV, ibu-ibu PKK dan sekolah – sekolah, dan saat ini kami bersyukur Rumah Aira sekarang dilibatkan di Kota Semarang.” imbuhnya

“Semoga Rumah Aira bisa sedikit membantu dimana Kota Semarang sebagai Kota ramah anak dan anak-anak HIV dilibatkan kegiatan di Kota Semarang, dan jangan sampai ada anak HIV di Kota Semarang ini yang tidak terbantu. Mereka walaupun tidak bisa sembuh karena ada virus di tubuhnya tapi mereka bisa sehat asal minum obat rutin dan terkontrol.” pungkas Magdalena.(Oman)