Ekpresi Cinta Nabi dan Gali Potensi Kreatifitas Santri

Pembukaan Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H Ponpes Durrotu Aswaja Banaran Semarang (rif)


Bankom Semarang News, SEMARANG – Pondok Pesantren (Ponpes) Durrotu Ahlussunnah Wal-Jamah (Durrotu Aswaja) Banaran Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah menggelar Gebyar Maulid Nabi Mihammad SAW 1443 H khusus internal santri.

Menurut Pengasuh Ponpes Durrotu Aswaja, Kiai Agus Ramadhan gelaran tersebut dimaksudkan untuk mengekspose dan mengasah keterampilan para santri. “Gebyar Maulid Nabi Muhammad sengaja dilaksanakan dengan lomba internal pesantren, diikuti sekitar 500 orang santri sebagai peserta. Ini untuk menggali potensi santri, jadi tidak dilombakan secara umum,” terangnya seusai pembukaan, Kamis (7/10/2021) malam.

Saat memberikan mauidzah pembuka, Kiai Agus mengatakan bahwa cinta tidak cukup hanya disimpan dalam hati, tapi harus diungkapkan dengan lisan dan ditunjukkan dengan dengan perbuatan. Logika tersebut harus diberlakukan bagi umat Islam untuk menunjukkan cintanya kepada Nabi Muhammad SAW.

“Ibaratnya kalau kange cinta mbak pondok kok cuma disimpan dalam hati ya dinikahi yang lain. Maka dari itu cinta harus diungkapkan, ditunjukkan dengan perbuatan,” kata Kiai Agus yang disambut tawa para santri.

Dia juga mengatakan salah satu keistimewaan bershalawat, satu diantaranya menjadikan suka berkumpul dengan orang shaleh. “Ada banyak istimewanya baca shalawat, salah satu barakahnya jadi betah kerasan di pesantren. Makanya kalau ada santri yang tidak betah di pesantren berarti tidak suka baca shalawat,” pesannya.

Terkait teknis lomba, Lurah Putra Agung Rahayu mengatakan ada 6 (enam) kelompok santri putra dan 4 (empat) kelompok santri putri dengan variasi jumlah antara 15 sampai 30 santri. “Ada enam peserta putra, jumlah santri dalam satu kelompok bervariasi dari 15, 20, 25 sampai 30 santri yang putra, kalau yang putri ada 4 kelompok dengan jumlah sekutar 60an santri putri karena berdasarkan kompleks,” urainya.

Kreatifitas santri, lanjut dia, menjadi bahan pertimbangan sebagaimana dalam petunjuk teknis (Juknis) lomba antara lain wajib melantunkan syiir aswaja karya santri Pesantren Durrotu Aswaja, dan membuat video kegiatan penyelenggaraan maulid.

“Karya terbaik akan diupload di youtube pesantren dan mendapat hadiah berupa piala uang tunai dari kas pesantren, kegiatan murni internal, tidak ada sponsor,” ungkapnya.

Dia jelaskan, terkait penampilan dinilai langsung oleh pengasuh sedangkan video dinilai tim dewan juri dari unsur pengurus putra dan putri secara terpisah. “Ada dua kategori perlombaan, lomba penampilan dan lomba vlog, dan kejuaraan dinilai secara terpisah putra dan putri,” pungkasnya. (rif)