PMI Kota Semarang Lakukan Monitoring SIBAT Dalam Program Eco-Enzyme

foto bersama Pengurus PMI Kota Semarang dan SIBAT Kelurahan Bendan Duwur setelah Monitoring dan Evaluasi selesai

Bankom Semarang News, SEMARANG – Setelah memberikan pelatihan tentang pembuatan Eco-Enzyme kepada SIBAT (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) , PMI Kota Semarang Minggu (29/8/2021) melaksanakan monitoring dan evaluasi tentang pembuatan dan pemakaian Eco Enzyme, Ec0-Enzyme tersebut merupakan salah satu program unggulan PMI di saat pandemi covid-19.

Eco-Enzyme adalah cairan alami serba guna yang ditemukan oleh Dr. Rosukon Poompanvong Pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand, yang melakukan penelitian sejak tahun 1980-an, dan Eco-Enzyme diperkenalkan secara luas oleh Dr. Joean Oon seorang peneliti Naturopathy dari Penang -Malaysia.

Eco-Enzyme merupakan hasil fermentasi dari Gula (Molase), Sisa Buah atau sayur (baik kulit buah atau potongan sayur yang masih segar) dan air bersih, (baik air sumur, air hujan atau air buangan AC), dengan perbandingan Gula 1 Kg/Gr ditambah sayur 3Kg/Gr dan air sebanyak 10 Liter/Mlt.

Prof. Dr. Hardani Widhiastuti Wakil Ketua II PMI Kota Semarang bersama rombongan dari pengurus PMI Kota Semarang, serta didampingi perwakilan PMI Provinsi Jawa Tengah sejak pagi melaksanakan monitoring dan evaluasi di tiga lokasi, Sibat Kelurahan Kemijen, Sibat kelurahan Kauman dan Sibat Kelurahan Bendan Duwur.

Menurut Hardani, Minggu (29/8/2021) “Sibat ini dibentuk dari kebijakan PMI Pusat, Sibat di kota Semarang pada saat pandemi ini diharap untuk bisa ikut membantu dalam penanggulangan covid-19. salah satunya penyemprotan disinfektan dan sosialisasi prokes diwilayahnya masing-masing, dan program PMI Kota Semarang pada saat pandemi ini adalah pembuatan dan pemakaian Eco-Enzyme.”

“Eco-Enzyme, salah satu program terobosan PMI dalam memanfaatkan Sampah Organik yang masih segar sekaligus mengelola sampah menjadi hal yang lebih bermanfaat, hasil fermentasi sampah organik tadi bisa menjadi pengganti disinfektan yang lebih ramah lingkungan guna penyemprotan pada masa pandemi ini.” tambahnya.

Simen (60) Ketua Sibat Bendan Duwur sangat berterima kasih kepada PMI kota Semarang “Kita kan berada di wilayah yang rawan bencana, terutama banjir, karna kita berada di pinggir Kaligarang, dengan dibentuknya Sibat kita mendapat berbagai macam pelatihan, pelatihan evakuasi apabila terjadi bencana dan salah satunya pelatihan pembuatan Eco-Enzyme ini.”

“Selain disinfektan juga bisa digunakan Pembersih lantai, Handzanitazer, dan harapan kami tidak hanya Sibat saja yang terlibat, tapi ajak masyarakat sekitar untuk ikut memanfaatkan Eco-Enzyme tersebut, selain sebagai disinfektan yang ramah lingkungan dan sekaligus punya efek positif sebagai pupuk atau cairan penyubur tanaman.” Pungkas Hardani.(Oman)