Pesantren Durrotu Aswaja Sukseskan Tradisi Sadranan Makam Kiai Ashari Ngijo

Bankom Semarang News, , Semarang – Nyadran atau Sadranan merupakan tradisi masyarakat Jawa, khususnya Jawa Tengah di bulan Ruwah. Ruwah atau ngrumat arwah merupakan sebutan untuk bulan Sya’ban yang difokuskan oleh masyarakat untuk mendoakan arwah orang tua yang telah meninggal atau para leluhur, khususnya yang dianggap berjasa dan ditokohkan masyarakat sekitar.

Santri Pesantren Durrotu Aswaja dalam perannya bermasyarakat memberikan rasa aman dan nyaman dalam proses Sadranan Kiai Ashari. Caranya dengan membantu proses desain persiapan hingga saat Sadranan dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Tradisi Sadranan di Dukuh Jetis, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah dilaksanakan dengan proses penyembelihan kambing yang kemudian langsung diolah dan dibagikan ke jamaah yang hadir untuk dibawa pulang.

“Alhamdulillah, total ada 51 ekor kambing yang disedekahkan pada acara sadranan tahun ini,” kata Penyuluh Agama Kemenag Kota Semarang, Ahmad Yasa disela kegiatan, Kamis, (4/3/2021).

Dijelaskan, sebanyak 51 ekor kambing yang disedekahkan oleh warga dengan berbagai macam alasan, ada yang karena nadzar (janji), aqiqah, dan ada juga sedelah biasa sebagai bentuk rasa syukur telah diberikan kecukupan dan kemudahan oleh Allah SWT. Uniknya seluruh hewan yang disedekahkan diproses oleh yang punya hajat.

“Di sini yang punya hajat, mereka yang bertugas memproses hewan sembelihan. Namun ada juga yang meminta tolong orang lain untuk membantunya. Dan semua yang memproses atau mencacah serta memasaknya adalah lelaki semua setelah pak Mudin (Penyuluh Agama) selesai menyembelihnya,” kata Ketua Takmir Masjid Nurul Iman, Jetis, Sugiyono menerangkan.

Warga Kelurahan Ngijo ini pun mengucapkan terima kasih kepada para santri yang menyukseskan acara tersebut. Setidaknya, dari unsur Tentara dan Kepolisian yang hadir cukup puas dengan lancarnya hajatan tersebut, terlebih adanya peran Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang ikut mendukung tertibnya protokol kesehatan.

Untuk penyemprotan dan pembagian masker dilakukan oleh santri Pesantren Durrotu Aswaja Banaran yang tengah mengikuti program Amal Bakti Santri (Abas), sebuah program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ala pesantren yang diasuh oleh Kiai Agus Ramadhan.

“Iya, ini merupakan hajat warga yang mana bersamaan dengan kami yang sedang melakasankan amal bakti santri, jadi kami diminta untuk melakukan penyemprotan disenfektan dan pembagian masker bagi warga yang lupa membawa masker,” jelas Koordinator Abas Durrotu Aswaja yang berposko di Dukuh Jetis, Maulana Fathul Alim.

Meski demikian, dia mengucap terima kasih kepada warga, utamanya tokoh masyarakat yang kooperatif dengan kondisi pandemi Covid-19 yang belum berakhir ini. “Terima kasih kepada seluruh warga umumnya, pak Yoyok selaku ketua RT 6 dan Pak Kalijo selaku ketua RT 4 yang selalu berkoordinasi baik dengan kami untuk membantu proses penyemprotan disinfektan dan pembagian masker,” tuturnya (Diyaul/rif)