Fraksi PKB; Kota Semarang Kota Metropolitan Jangan Sampai Tercoreng Karena Penanganan PGOT Kurang Optimal.

TPD Dinsos Kota Semarang sedang komunikasi dengan PGOT (Pengemis, Gelandangan Orang Terlantar) yang sedang dirawat

Bankom Semarang News, SEMARANG – Persoalan sosial yang ada di masyarakat demikian kompleks, terlebih yang ditangani oleh Dinas Sosial (Dinsos) di bidang Rehabilitasi Sosial, utamanya yang terkait aktivitas Tim Penjangkauan Dinsos (TPD) Kota Semarang.

Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, HM Sodri mengatakan, pihaknya selalu mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk menangani secara intens.

“FPKB selalu mendorong Pemkot, dalam hal ini dinas sosial terkait masalah sosial PGOT untuk melakuan penertiban pembinaan, pelatihan agar mereka sadar dan bisa kembali pada kehidupan yang normal,” kata Sodri ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/2/2021).

Menurutnya, permasalahan sosial yang kerap muncul bermula dari kurangnya kesejahteraan ekonomi. Karena itu, pihaknya mendorong adanya kegiatan pelatihan yang terukur. “Satu misal terkait masalah ekonomi, ini perlu pelatihan-pelatihan yang membuat masyarakat terbebas dari lilitan masalah ekonomi, harus dikawal betul rencana pasca pelatihan,” ujarnya.

Selain masalah ekonomi, pria yang mengawali karir dari organisasi kepemudaan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Genuk ini menilai Pemkot Semarang perlu memiliki rumah singgah. “Pemkot Semarang perlu mempunyai rumah singgah, gunanya untuk tempat penampungan sekaligus untuk pembinaan,” ucapnya.

Sebab, Sodri menilai Kota Semarang menjaga reputasi sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah yang terus mengalami perbaikan dengan berbagai pembangunan dan digitalisasi.

“Harapan kami (FPKB) Kota Semarang sebagai kota metropolitan yang sudah banyak mengalami kemajuan di berbagai bidang, jangan sampai tercoreng karena penanganan beberapa PGOT yang kurang optimal,” tutupnya.(Arh/Oman)