Neneng Didampingi Langsung Kabid Rehabsos dan Kasi TSPO

Bankom Semarang News, Semarang – Neneng (16), anak jalanan yang melahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wongsonegoro, Ketileng, Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah mendapat perhatian secara khusus.

Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang telah menugaskan petugas Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dari Puskesmas Kedungmundu untuk mengecek kesehatan Nunung dan bayinya di tempat kos Neneng, Kp Gendong RT 02 RW 08, Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang.

Saat melakukan pemeriksaan, petugas KIA tetap didampingi Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang sebagai penanggung jawab persoalan sosial di Kota Semarang.

“Kondisi Nunung dan bayinya saat ini sehat, tetapi mereka membutuhkan asupan gizi, terutama bayinya membutuhkan susu,” kata salah satu Koordinator Wilayah (Korwil) Tim Penjangkauan Dinsos (TPD) Kota Semarang, Rofi Andaryani di Semarang, Jum’at (5/2/2020).

Sebab, lanjutnya, sejak Neneng dan bayinya pulang dari RSUD Wongsonegoro belum pernah sekalipun melakukan kontrol kesehatan.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, Neneng merupakan bocah yang mendapatkan pelayanan Dinsos atas kasusnya sebagai anak jalanan. Di umurnya yang masih belia, ia sudah harus menanggung buah dari, menurut ibunya Neneng, kawin siri dengan seorang laki-laki. Ironisnya, keluarga tersebut tidak memiliki identitas sama sekali dan tempat tinggal sehingga hidup di jalanan.

Perhatian Dinsos Kota Semarang ditunjukkan dengan pendampingan langsung dari Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial (Rehabsos), Tri Waluyo dan Kepala Seksi (Kasi) Tuna Susila dan Perdagangan Orang (TSPO), Anggie Ardhitia. Keduanya turut mengecek bersama TPD, dan pemerhati anak jalanan Tsaniatus Shalikhah.

“Terkait keberlangsungan hidup ibu dan keluarganya, karena tidak memiliki tempat tinggal, maka ada 2 opsi yang bisa dipilih kalayan sesuai hasil rapat bersama Disperkim,” kata Tri seusai memberikan bantuan kepada Neneng.

Dijelaskan, Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Semarang akan memberikan rumah boro dengan cuma-cuma, atau tinggal sementara di Panti Mardi Utomo untuk mengikuti pelatihan keterampilan hidup.

“Tadi, dari pihak keluarga menyatakan baru akan memutuskan besok karena menunggu bapak kandung dari Neneng yang mengambil keputusan,” ungkapnya.

Untuk menunjang pemenuhan hak keluarga tersebut, Dinsos Kota Semarang juga telaj berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Semarang. “Terkait dengan identitas, karena seluruh keluarga belum pernah membuat KTP elektronik, kami masih terus berkoordinasi dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah, -red) terkait, yaitu Dukcapil yang akan membantu proses tersebut. Identitas ini penting agar bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah,” pungkasnya. (arh)