Musim Hujan Disperkim Latih Relawan Semarang Tangani Pohon Tumbang.

Para relawan sedang menerima materi dari Disperkim

Bankom Semarang News, SEMARANG – Kejadian luar biasa pada hari Selasa (8/12/2020) banyaknya laporan pohon tumbang sangat merepotkan Disperkim, tercatat lebih dari 36 yang dilaporkan masyarakat melalui call center 112 dan diteruskan ke tim Seroja untuk menindak lanjuti.

Tak kurang dari 20 personil relawan Sabtu pagi (19 /12 /2020) dari Sarda Jateng, SAR Bankom, Ubaloka, dan Tagana sudah hadir di Kantor Disperkim Kota Semarang yang bertempat di jalan Seroja Timur Semarang Tengah.

“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh relawan Kota Semarang yang selalu membantu kami dalam pengkondisian pohon tumbang yang ada di Kota Semarang, kami sangat terbantu dengan minimnya tenaga kami dan kejadian yang hampir selalu bersamaan beberapa lokasi, sehingga sangat merepotkan kami, apalagi apabila menutup akses jalan atau kadang menimpa rumah warga” terang Aden Gilang K, S.T Kepala Seksi Penyelanggaran Taman dibidang Pertamanan dan Pemakaman Disperkim Kota Semarang.

“Kami sudah menyamakan persepsi bahwa kegiatan yang dilakukan murni berdasarkan kemanusian, teman-teman relawan luar biasa, mereka bergerak bersama untuk Kota Semarang” tambahnya

“Kami memberikan pelatihan kepada teman-teman relawan Sabtu pagi (19/12 /2020) ini, agar teman-teman bertambah pengetahuannya tentang bagaimana memotong pohon yang baik dan yang terpenting adalah menjaga keselamatan saat bertugas, dan kami juga melatih teman-teman bagaimana merawat dan menservice chainsaw yang dimiliki oleh teman-teman.” tambah aden disela latihan di ruang bawah Disperkim Kota Semarang.

“Kami berterima kasih kepada Disperkim yang sudah menambah skill kami dan yang terpenting kami diajarkan teknik cara memotong yang baik karena apabila kita sembarangan dalam mengambil celah potong justru kita akan celaka karena bisa saja pohon yang dipotong mengenai kita” terang marsudi akrab dipanggil Mbah Uban Relawan dari SAR Bankom

“Agenda awal bulan depan teman-teman akan langsung praktek lapangan rempel tanaman yang sudah besar dan batangnya sudah menjalar kejalan agar tidak berbahaya” pungkas Aden. (Oman)