Quadple Helix Solusi Bangkitkan UMKM di Masa Pandemi

Bankom Semarang News, JAKARTA – Pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia telah melumpuhkan aktivitas ekonomi global, termasuk merobohkan perekonomian Indonesia yang tengah berlari kencang. Dalam kondisi krisis yang penuh ketidakpastian dan menghadapi pasar global maka dibutuhkan kecepatan dalam merespon kebutuhan pasar dan perubahan teknologi yang terjadi. Agar dapat menghadapi itu semua, maka inovasi yang diikuti dengan efisiensi dan efektifitas sumber daya sangat diperlukan. “Untuk menjawab tantangan tersebut, supaya ada solusi solutif agar UMKM tetap tumbuh dan bangkit, kami ditawarkan konsep Quadple Helix,” ucap Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jawa Tengah Paradigma Baru, Ali Abdul Rohman disela acara Musyawarah Nasional (Munas) IX Kadin Indonesia di Hotel Manhattan Jakarta, Selasa (15/12).

Ali menjelaskan, Quadruple helix merupakan sebuah model pengembangan dari konsep triple helix yang dikembangkan oleh Etzkowit & Leydesdorff yang dikenal luas sebagai model pengembangan inovasi industri. Model ini kata Ali, merupakan pengintegrasian antara pemerintah, universitas, swasta dan komunitas masyarakat dalam mengembangkan industri. Hal ini sangat penting diimplementasikan pada saat krisis seperti saat ini yang mengakibatkan berbagai perubahan. “Dalam model ini semua pihak berperan dengan kekuatan masing-masing namun berkelindan sebagaimana sebuah orketrasi kinerja bersama,” terangnya

Dijelaskan lebih lanjut oleh Ali, bahwa tugas pemerintah adalah  mengintervensi melalui kebijakan dan stimulus, sedangkan universitas dapat membantu dengan keilmuan dan riset seperti melihat perubahan pasar dan pengembangan produk, adapun pihak swasta dapat menyediakan infrastruktur dan alternatif sebagai akselerasi. Selain itu, hal yang tidak boleh dilupakan adalah peran komunitas atau masyarakat yang harus dirangkul sebagai upaya engagement dan ambassador khususnya dalam upaya semangat menggunakan produk dalam negeri.

“Model seperti ini menurut hemat kami, dapat menjadi dasar pembentukan sebuah kerangka kerjasama yang dapat diinisiasi oleh Kadin untuk mengajak semua pihak untuk menuju UMKM bangkit,” tegasnya

Munas IX Kadin Indonesia 2020 yang berlangsung selama dua hari, mulai Senin-selasa (14-15/12) di Hotel Manhattan Jakarta dibuka secara virtual oleh Wakil Ketua MPR RI Asrul Sani mewakili Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet). Hadir Ketua umum Kadin Indonesia Eddy Ganefo, utusan pimpinan Kadin Provinsi Se-Indonesia serta perwakilan asosiasi-asosiasi yang tergabung dalam Kadin Indonesia. (Oman/Arh).