Swargo Langit, Hutan Kota Potensi Destinasi Wisata Baru Di Semarang

Bankom Semarang News, SEMARANG – Hutan  atau lahan yang las ditumbuhi pohon yang tumbuh di dalam kota atau pinggiran kota. Dan biasanya berupa banyak jenis tanaman keras atau pohon yang tumbuh di sekeliling pemukiman. Hutan kota bisa merupakan hutan yang disisakan pada perkembangan kota atau sekelompok tanaman yang sengaja dibuat untuk memperbaiki lingkungan kota.

Hutan kota penting untuk keseimbangan ekologi manusia dalam berbagai hal seperti, kebersihan udara, ketersediaan air tanah, pelindung terik matahari, kehidupan satwa dalam kota dan juga sebagai tempat rekreasi. Hutan kota bisa mengurangi dampak cuaca yang tidak bersahabat seperti mengurangi kecepatan angin, mengurangi banjir, memberi keteduhan. Juga memberikan efek pengurangan pemanasan global.

Madu Lestari merupakan paguyuban masyarakat atau Kelompok Sadar Wisata (PokDarWis) Kelurahan Bendan Duwur, bersama-sama merawat dan memanfaatkan lahan hutan Kota yang ada di wilayah Gunung Talang tersebut menawarkan destiasi wisata alam terbuka dengan nama Swargo Langit. lokasi cukup mudah dari Jembatan kretek wesi sampangan atau pangkalan mobil angkot jalan naik keatas mengikuti jalan tersebut sekitar 500 meter.

Rohmadin Senin (2/11/220) selaku penasehat Pokdarwis Madu Lestari Kelurahan Bendan Duwur menerangkan “Berawal dari peralihan pengelolaan Hutan Kota yang terletak di wilayah Kelurahan Bendan Duwur, dari propinsi di serahkan kota, kemudian kota membuat batas-batas area. Dipandegani oleh ketua LPMK Bendan Duwur dan tokoh masyarakat mengajak masyarakat linkungan hutan kota Gunung Talang tersebut untuk dirawat dan dikelola bersama”.

“Swargo Lagit merupakan hutan kota yang mana Hutannya masih heterogen dengan luas kurang lebih 1 hektar yang berada ditengah-tengah kota yang masih orisinil dan belum terkontaminsasi oleh pembangunan atau kerusakan yang lain, dan kami berupaya bagaimana agar hutan ini tidak dirusak, kita hanya membersihkan tanaman-tanaman liar, namun untuk yang pohon besar kita jaga,.” tambahnya.

Dengan memberdayakan ibu-ibu di tiga RW membuat warung atau kantin-kantin ditata sepanjang jalan setelah masuk pintu objek wisata Swargo Lagit, menyediakan makanan dan jajajnan untuk tamu yang berkunjung.

“Banyak Spot foto selfi yang bagus disini, dengan background hutan asli di tengah kota Semarang saya rasa cukup unik, pengelola juga menyediakan banyak tempat duduk untuk santai, dan cukup teduh karena rimbunnya tanaman disini” jelas Nur Yani mahasiswa Pekalongan yang berkunjung di Swargo Langit.

Rohmadin menambahkan “Rencana kedepan akan kami tambah pagelaran live musik atau penampilan budaya secara berkala untuk menarik minat masyarakat datang kesini. Karena ini masih satu bulan dan baru dibuka minggu kemarin, masih banyak pekerjaan yang harus kami selesaikan agar bisa maksimal objek wisata alam Swargo Langit ini.” (Oman)