Kado Hari Santri 2020, Ponpes Al Uswah Gunungpati Semarang Terpilih Jadi Duta Jogo Santri.

Bankom Semarang News, SEMARANG – Kado istimewa pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2020 ini, Pondok Pesantren (Ponpes) Al Uswah Gunungpati Semarang pimpinan KH. Muhammad Thoyyib Farchany atau akrab disapa Gus Thoyyib terpilih menjadi salah satu duta Jogo Santri bersama 14 pasantren lainya di Jawa Tengah yang digelar oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dalam upaya pencegahan Covid-19 di lingkungan pesantren sekaligus menyemarakkan HSN Tahun 2020. 

Penyerahan penghargaan duta pondok pesantren se-jawa Tengah diserahkan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bertepatan dengan Peringatan HSN 2020 yang dilangsungkan di Gedung Gradhika Bhakti Praja Kantor Gubernuran Jawa Tengah, Kamis (22/10) lalu. Para duta pesantren tersebut masing-masing berhak menerima uang pembinaan Rp 125 juta dan jogo santri kit senilai Rp 8 juta. 

Lima belas ponpes tersebut, selain Ponpes Al Uswah Gunungpati (Kota Semarang), diantaranya; Ponpes Life Skill Skill Daarun Najah (Kota Semarang), Ponpes Maslakul Huda (Pati), Balekambang (Jepara), Tanbihul Ghofilin (Banjarnegara), Tahfidz Al Hamidiyah (Pati), Walindo Manba’ul (Pekalongan), Riyadhotut Thalabah (Rembang), Nida Al Quran (Temanggung), Sabilurrasyad (Kendal), Sunan Gunung Jati Kismantoro (Wonogiri), Khozinatul Ulum 1 (Blora), PP MIBS (Kebumen), Al Falah Tejosari (Temanggung) dan PPTQ Darussalam (Jepara).

Pengasuh Ponpes Al Uswah Gunungpati Kota Semarang, KH. Muhammad Thoyyib Farchany (Gus Thoyyib) menuturkan, jauh sebelum ada pengumuman lomba jogo santri atau pemilihan duta pesantren, pihaknya sudah menerapkan protokol kesehatan. Yakni; sosial distancing (Jaga jarak) setiap salat jamaah dan aktifitas mengaji, cuci tangan, melakukan penyemprotan disinfektan di tempat ibadah (Masjid), tempat belajar dan kamar serta selalu memakai masker, kecuali saat olahraga, kerja bhakti dan makan. “Jadi, kita menerapkan protokol kesehatan tidak hanya keperluan lomba. Namun, jauh sebelum ada pengumuman lomba atau saat pemerintah menyatakan darurat Covid-19, kita memberlakukan dan disiplin protokol kesehatan,” ucap Gus Thoyyib kepada awak media di kediamannya di komplek Ponpes Al Uswah Gunungpati Semarang, Jumat (23/10) petang. 

Gus Thoyyib melanjutkan, untuk memastikan kesehatan kepada 150 santriwan-santriwati yang diasuhnya selama masa pandemi ini pihaknya juga getol melakukan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan dengan menggandeng Puskesmas setempat. Selain kerjasama dengan Puskesmas Gunungpati, di pesantrenya juga memiliki Pusat Kesehatan Pesantren (Santri Husada). “Kita juga memiliki ruang isolasi, jauh sebelum ada wabah Corona ruang isolasi tersebut sudah kita fungsikan. Jadi, ruang isolasi tersebut untuk karantina santri yang tengah sakit supaya ada perawatan khusus segera sembuh tidak dicampur dengan santri pada umumnya,” urainya. 

Masih menurut Gus Thoyyib, selain disiplin protokol kesehatan, untuk antisipasi masuknya klaster Covid-19 di pesantren, pihaknya tidak memperkenankan wali santri untuk membesuk (Datang ke Pondok). Yang tetap datang ke Pondok mau kasih kiriman uang atau makanan tetap tidak dipertemukan dan akan dibantu lewat petugas atau pengurus pondok. “Termasuk paket-paket kiriman barang atau makanan dari wali santri sebelum diserahkan ke santri, kita cek dan semprot terlebih dahulu untuk memastikan kebersihan dan kesehatannya,” tandasnya 

Muhammad Zulfa Kholil salah satu tim survei lomba jogo santri 2020 menuturkan, total pondok pesantren se-Jawa Tengah yang mengikuti lomba atau mengirim video sebanyak 193 peserta, dari jumlah tersebut diambil 15 pondok pesantren yang terbaik. “Pemberian penghargaan tersebut melalui beberapa tahapan, penilaian dimulai dari penerapan protokol kesehatan di pondok pesantren atau Jogo Santri mulai dari administrasi, penilaian video, dan pengecekan langsung di lapangan,” terangnya. 

Sementara itu, usai menyerahkan penghargaan, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menuturkan, pondok pesantren membutuhkan arahan dari pemerintah terkait dengan upaya pencegahan Covid-19. “Kalau di Jawa Tengah sudah ada 15 duta pondok pesantren, diharapkan bisa memberikan pembinaan bagi pondok pesantren di Jawa Tengah yang lain,” pintanya. (Arh/Ahsan.F).