Deklarasi Cinta Damai Dan Tolak Aksi Anarkis Untuk Wilayah Hukum Polres Semarang.

Bankom Semarang News, UNGARAN – Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono Pimpin Deklarasi Cinta Damai Dan Tolak Aksi Anarkis untuk Wilayah Kabupaten Semarang di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Senin (19/10/2020).

Hadir dalam Deklarasi Damai Kapolres Semarang, AKBP Gatot Hendro Hartono, Dandim 0714 / Salatiga, Letkol Inf Loka Jaya Sembada, Bupati Semarang Dr. H. Mundjirin, Anggota DPRD Kab. Semarang, Joko Sriyono (Sekretaris DPRD Kab. Semarang), Ketua Pengadilan Negeri Kab. Semarang, Ikhsan Fatoni, Kepala Kejaksaan Negeri Ambarawa Kab. Semarang yang diwakili oleh Kasi Intel, Muslichan Darojad, Wakapolres Semarang KOMPOL Rury Prastowo, PJU Polres Semarang, para Kapolsek.

Turut hadir dalam Deklarasi Damai dengan peserta dari kelompok Akademisi diantaranya : Rektor UNIVERSITAS NGUDI WALUYO, Rektor UNDARIS UNGARAN, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Semarang, Koordinator Kepala Sekolah SMK/ SMA / STM Kab.Semarang.
Dari Kelompok Mahasiswa : Ketua PMII Universitas UNDARIS Ungaran, Ketua PMII Universitas Ngudi Waluyo Ungaran, Ketua BEM Universitas UNDARIS Ungaran, Ketua BEM Universitas Ngudi Waluyo Ungaran
Dari Kelompok Ormas : Ketua MPC Pemuda Pancasila Kab. Semarang (BEP), Ketua MPC Pemuda Pancasila Kab. Semarang (AM), Ketua PC GP Ansor Kab. Semarang, Kasatkorcab Banser Kab. Semarang, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kab. Semarang, Ketua Kokam Muhammadiyah Kab. Semarang, Ketua PSHT Parluh 16 Kab. Semarang, Ketua PSHT Parluh 17 Kab. Semarang, Ketua PAMTER PSHT Parluh 17 Kab. Semarang, Ketua Lindu Aji Kab. Semarang, Ketua KNIP Kab. Semarang
Dari Tokoh Agama : Ketua MUI Kab. Semarang, H. Miftahudin, Ketua FKUB Kab. Semarang, KH. Sinwani
Dari Kelompok Serikat Pekerja : Ketua KSPN Kab. Semarang, Ketua GARTEKS Kab. Semarang, Ketua FARKES Kab. Semarang, Ketua SPSI Kab. Semarang, Ketua SP.KEP Kab. Semarang.

Bupati Semarang H. Mundjirin Mengatakan ” Deklarasi yang dilakasanakan ini mudah – mudahan masing – masing eleman dalam melaksanakan aksi berdemo bisa menjaga diri, dan bila ada yang tidak di setujui bisa disalurkan dengan benar dan tidak anarkis,” katanya.

” Dan kadang – kadang yang ditakutkan adalah aksi yang di tunggangi oleh pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab dan mengakibatkan anarkis untuk membuat kabupaten Semarang tidak kondusif, apalagi kita masih menangani Pandemi Covid saat ini,” jelas Bupati Semarang.

” kita masih prihatin terkait penanganan pandemi ini dan bila mana terjadi aksi serta malah menjadikan klaster baru virus Covid ini pada saat terjadi aksi demo ya malah menjadi tidak kondusif, dan kami berterima kasih Kepada para Serikat Pekerja, dan juga para rektor maupun Eleman lainnya yang bisa membina teman – temannya staf dan anggotanya Kabupaten Semarang Aman Kondusif,” Imbuh Mundjirin.

Kapolres Semarang, AKBP Gatot Hendro Hartono menyampaikan, ” Kabupaten Semarang merupakan salah satu dari 11 (sebelas) kabupaten di Jawa Tengah yang tidak melaksanakan unjuk rasa terkait dalam mensikapi adanya pengesahan UU Cipta kerja oleh DPR RI, terima kasih atas kerjasamanya antara Forkompinda dan seluruh elemen masyarakat sehingga situasi kondisi wilayah Kabupaten Semarang aman dan kondusif,” kata Kapolres Semarang saat di temui awak media.

Pembacaan Deklarasi deklarasi damai menolak unjuk rasa anarkis dipimpin oleh Kapolres Semarang, Forkompinda Kabupaten Semarang, dan ditirukan oleh peserta yang hadir pada acara tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan naskah deklarasi dengan isi kesepakatan.

” Kami Seluruh elemen Masyarakat dan Pemuda Kab. Semarang menolak Aksi unjuk rasa anarkis guna mewujudkan Kab. Semarang yang aman, damai dan kondusif, ” tegasnya. (Eko/Bin)