Tedak Siten Warisan Leluhur Jawa Yang Harus Tetap Di Lestarikan

Saat Pembacaan Do’a

Bankom semarang News, SEMARANG – Tedhak siten adalah rangkaian prosesi adat tradisional dari tanah Jawa yang diselenggarakan pada saat pertama kali seorang anak  belajar menginjakkan kaki ke tanah. Tedhak berarti menginjak, dan Siten artinya tanah. Biasanya dilakukan saat anak berusia sekitar tujuh atau delapan bulan. Tradisi ini dilaksanakan sebagai penghormatan kepada bumi tempat anak belajar menginjakkan kaki. Membersihkan kaki, rangkaian prosesi dari mulai Injak tanah, Berjalan melewati tujuh wadah, Tangga tebu wulung, Kurungan, Memberikan uang, Melepas ayam, Secara keseluruhan, upacara ini bermakna untuk mengajarkan anak tentang konsep kemandirian, tanggung jawab, tangguh dalam menghadapi persoalan, serta bersifat dermawan terhadap sesamanya.

Dituntun naik tangga dari tanaman tebu

Setiap perkembangan bayi, sudah tentu menjadi kebahagiaan bagi orangtua. Termasuk saat bayi sudah bisa turun ke lantai untuk belajar berjalan. Berbagai tradisi pun dilakukan untuk mensyukuri kebahagiaan tersebut. Salah satunya adalah upacara ritual tedak siten. Bukan hanya sebagai tradisi untuk bersyukur, upacara ini juga dianggap dapat memprediksi masa depan bayi.

Upacara adat ini digelar sebagai bentuk rasa syukur karena sang Anak akan mulai belajar berjalan. Selain itu, upacara ini juga merupakan salah satu upaya memperkenalkan anak kepada alam sekitar dan juga ibu pertiwi.Hal ini juga merupakan perwujudan dari salah satu pepatah Jawa yang berbunyi “Ibu pertiwi, bopo angkoso” (Bumi adalah ibu dan langit adalah Bapak).

Berlokasi di Jalan Tirtoyoso IX Semarang Sabtu (19/9) baru saja mengadakan kegiatan Tedak Siten yang mana tradisi ini sudah mulai jarang dilakukan dikalangan masyarakat perkotaan, terutama di kota semarang.

Pasangan muda Donni Aditya dan Hayati Iskadiningsih yang baru saja memiliki anak berusia menginjak tujuh bulan ini mengadakan tradisi tersebut, sejak jauh hari mereka sudah menyiapkan uborampe atau perlengkapan yang dibutuhkan untuk melaksakan kegiatan tersebut.

“Harapan kami sebagai orang tua menginginkan agar anak kami bisa menjadi anak yang bermanfaat bagi Bangsa, Agama, dan Berbakti kepada orang tua, dan semoga sukses kedepannya seperti apa yang anak kami pilih saat didalam kurungan waktu upacara tadi” Jelas Doni saat ditemui diacara tersebut. (Oman Bjg.C.3.1)